NEWS UPDATE :  

Berita

MTsN 4 Tangerang Gelar Workshop Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

TANGERANG — MTsN 4 Tangerang menggelar kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis hingga Jumat, 15–16 Oktober 2026, bertempat di Aula MTsN 4 Tangerang. Mengusung tema "Mewujudkan Pembelajaran yang Humanis, Mendidik dengan Hati, dan Membangun Karakter", kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan MTsN 4 Tangerang, serta perwakilan Kepala dan Wakil Kepala Bidang Akademik MTs Swasta anggota KKM MTsN 4 Tangerang. 


​Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala MTsN 4 Tangerang, Arief Bachtiar, S.T., M.Pd., menyampaikan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Sumber pembiayaan kegiatan ini berasal dari anggaran DIPA MTsN 4 Tangerang yang berkolaborasi dengan KKM MTsN 4 Tangerang. Beliau menegaskan bahwa pada dasarnya MTsN 4 Tangerang sudah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, namun pihak madrasah ingin mencoba menguatkan kembali pemahaman mengenai kurikulum tersebut. 


​Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, H. Akhmad Jubaedi, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pengarahan berikut: 

​"Bapak dan Ibu, mohon mantapkan kembali posisi kita sesuai kapasitasnya masing-masing. Hari ini Bapak dan Ibu guru di-upgrade atau di-charge tugas pokok dan fungsinya. Kurikulum itu dinamis—beda menteri, ganti kurikulum. Maka Bapak dan Ibu guru harus peka dan cerdas sesuai dengan apa yang Bapak Menteri Agama inginkan melalui desain Kurikulum Berbasis Cinta. KBC menggarap jasadiah dan ruhaniah. Tidak hanya pengetahuan, tetapi juga menyentuh domain ruhaniah. Domain ruhaniah ini bahkan lebih dominan daripada jasadiah."


​Selanjutnya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. Hairul Umam, S.E., M.M., memberikan sambutan dan pengarahannya:

​"Berbicara KBC, Bapak dan Ibu semua pasti sudah paham dan sudah pada tahap pengimplementasian. Kemarin juga sudah ada survei KBC, meskipun tidak semua terlibat. Survei tersebut bertujuan melihat bagaimana KBC berjalan di madrasah, serta apakah siswa dan guru sudah mengimplementasikannya. KBC bukan pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan hadir sebagai hidden curriculum atau kurikulum pendamping. KBC masuk ke dalam Asta Protas Pak Menteri, maka kita harus ikut menyukseskan program tersebut. Buatlah rasa aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Jangan sampai ada kekerasan fisik maupun verbal."


​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh Kabid Penma Kanwil Kemenag Banten, Kepala Kantor Kemenag Kab. Tangerang, Kasi Penma, Pengawas Madrasah, serta menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Wijiyono, M.Pd. dan H. Didin Hadiat, M.Pd.(*)ZF